Gayus Tambunan

 

Gayus Tambunan pernah menjadi bintang panas yang menghiasi sudut Koran-koran Nasional beberapa waktu lalu. Hingga kini namanya masih acap kali disebut-sebut, karena berkaitan langsung dengan penanganan korupsi beberapa pejabat tinggi. Anak muda dengan harta mencapat 27 milliar ini memang hebat ! Bayangkan, hanya berapa tahun bekerja di kantor pajak, hartanya sudah demikian berlimpah, belum lagi ditambah beberapa property di kawasan perumahan elit, dan kabarnya juga ada di Negeri Singapore. Bagaimana struktur Hasta Aksaranya, sehingga bisa sehebat itu, mari kita cari tahu bersama.

Lelaki bernama lengkap Gayus Halomoan P ini lahir di Jalan Warakas I, Gang 23 Nomor 4E, RT 011/008, Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ia berasal dari keluarga yang terbilang sederhana. Ayahnya, Amir Syarifudin Tambunan, berprofesi sebagai pelaut. Sedangkan ibundanya, Chairiah (almarhumah), adalah ibu rumah tangga. Ia lahir pada tanggal 9 Mei 1979. Hasta Aksara versi Selatan yang kita dapatkan adalah :


Gayus memiliki elemen diri Api besar Bing. Ini membuat dirinya selalu percaya diri, ceria dan memiliki daya kepemimpinan. Sifat ceria dan mudah percaya kepada teman inilah yang menjadi kelemahan dirinya, dengan kata lain, orang seperti ini tidak boleh melakukan korupsi, karena ia kurang pandai menutupi belangnya, ini pula yang membuat dirinya menjadi senjata rahasia Susno Duadji.

Dalam perjalanan hidupnya, Api besar paling menyukai logam dan air, ia tidak menyukai priode yang diwakili oleh api dan tanah kering. Priode terbaik dalam hidupnya adalah priode Monyet api, yaitu dari 1999 – 2008. hal itu disebabkan monyet berelemen logam, dirinya juga merupakan sumber air. Terbukti begitu lulus dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) tahun 2000, ia bekerja di lingkungan Ditjen Pajak. Menikah pada tahun 2002, dan mendapatkan kesempatan meraih kekayaan di posisi basah, yaitu sebagai pelaksana petugas pajak yang mengurusi keberatan pajak dan banding, khusus menyangkut wajib pajak gede. Konon beberapa wajib pajak yang berhubungan dengannya, antara lain PT Newmont Nusa Tenggara, Honda Trading Indonesia, Prudential Life, dan PT Pelabuhan Indonesia II. Sehingga dalam waktu singkat, ia sudah memiliki segalanya, sekalipun usianya masih sangat muda.

Tahun 2009 mulai memasuki periode jelek yang terdiri dari api dan tanah kering, yaitu periode Kambing kayu Yiwei. Setelah itu, hamper 30 tahun ia berada di tempat api, dapat diketahui betapa buruknya kehidupan yang akan dihadapinya kelak. Agustus 2008 ia membeli sebuah rumah mewah di di Kelapa Gading Park View dengan harga Rp 3 milyar, hal ini sempat menimbulkan kecurigaan dalam lingkungan tempat kerjanya dan sempat diperiksa tahun 2009, namun kesulitan itu akhirnya bisa dilewatinya dengan baik, sebagaimana kalimat yang diucapkannya dengan tenang : “Tenang aja, udah gue beresin semua.” Buntut perkara inilah yang kemudian diungkap oleh Susno.

Jika dilihat dari interaksi elemen, priode hidup Kambing menusuk diri Tikus, dan Macan dan tahun 2010 mengandeng kedudukan dan kekayaannya masuk gudang, hal ini mengatakan sudah saatnya ia akan kehilangan kekuasaan sekaligus kekayaannya, sekalipun Gayus sempat melarikan diri ke Singgapora, akhinya tetap saja digiring kembali dan harus menjalani konsekwensi dari perbuatannya.



Categories: Ba Zi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: