Artikel

Ceng Guo Fan

Saat pemerontakan Kerajaan Surga Tai Ping (太平天國), Ceng Guo Fan (曾國藩 1811 – 1872) sedang berada di kampung halamannya, daerah Xiang Nan (湘南) menjalankan masa bakti (beristirahat total) ibundanya yang meninggal dunia. Ia diperintahkan membentuk pasukan rakyat setempat guna menumpas… Read More ›

Li Bai

Li bai (李白701 – 762) adalah salah satu sastrawan besar Tiongkok masa lalu. Namun demikian, ia termasuk orang yang kurang pandai membaca situasi. Perjalanan Li Bai ke kota Chang An yang terakhir dilakukannya pada tahun 754. Tujuannya adalah untuk membongkar… Read More ›

Selalu optimis

Seorang tentara Jepang tertangkap tentara Amerika pada perang dunia ke-2. Ia dijebloskan dalam penjara bawah tanah. Di sana terdapat beberapa teman sepasukannya. Pada mulanya mereka yakin, tidak lama lagi temannya akan datang membebaskan mereka. Tetapi satu demi satu hari berlalu,… Read More ›

Anak Ajaib

Dalam catatan tambahan sejarah Tiongkok, terdapat seorang anak ajaib sangat berbakat, bernama Fang Zhong Yong (方仲永). Ia bisa menciptakan sajak atau puisi secara spontan, ketika melihat sesuatu yang menarik hatinya. Padahal, usianya baru genap lima tahun. Ke dua orang tuanya… Read More ›

Pasukan Pembela kebenaran

Tahun 651 SM, Song Xiang Gong (宋襄公) naik tatah. Suatu ketika, niatnya ingin menjadi pimpinan persekutuan Negara-negara terhalang Negara Chu (楚國), karena itu ia menyimpan dendam. Kuatnya Negara Chu membuat dirinya tidak berani menyerang secara langsung. Ketika Song Xiang Gong… Read More ›

Kekuatan “Cinta”

Seorang dosen membawa sekolompok mahasiswanya ke sebuah perkampungan orang hitam. Mereka melakukan penelitian tentang masa depan 200 anak orang hitam di sana. Hasilnya, bisa dikatakan semuanya tidak lulus. Dengan kata lain, mereka semuanya tidak memiliki masa depan yang baik. 50… Read More ›

Besi panas dan air dingin

Seorang pandai besi dengan tang besarnya mengambil sepotong besi merah membara dari tengku apinya. Diletakkannya potongan besi itu diatas talenan, lalu dipukulnya beberapa kali dengan martil raksasanya. Segera setelah itu, ia memasukan potongan besi panas itu ke dalam air dingin…. Read More ›

Neraka Bentuk Lain

Seseorang telah meninggal dunia. Dalam perjalanan rohnya, ia melewati sebuah istana yang sangat megah. Pemilik istana mengundang dirinya tinggal disana. Orang itu berkata : “Aku bekerja keras dan sibuk seumur hidup, kini aku hanya ingin istirahat, makan enak dan tidur… Read More ›

Lukisan yang sama

Seorang pelukis muda yang penuh semangat, ia sangat menginginkan lukisannya bisa memenuhi selera semua orang. Suatu hari, ia membawa sebuah lukisan karya dirinya yang dianggap paling baik ke pinggir jalan yang ramai. Dengan rendah hati ia meminta orang-orang yang melewati… Read More ›

Relakan Hal-Hal Lama

Papa Liusha melamar menjadi pekerja tambang, setiap malam, ia selalu mengunakan bantuan penerangan senter. Suatu hari, papa Liusha membeli dua buah baterai, karena ingin hemat, ia menyisakan baterai yang masih ada sedikit penerangan, hanya memakai sebuah baterai yang baru. Hanya… Read More ›