Susno Duadji

 

Siapa tidak kenal dengan Susno Duadji, polisi lalu lintas yang berhasil menjadi salah satu polisi terpengaruh di jajaran kepolisian Indonesia. Istilah kontroversi Cicak – Buaya yang dilontarkannya menggemparkan Indonesia. Kode ‘Truno 3’ yang tersadap KPK sehubungan dengan kasus Century dan pernyataan lainnya, membuat dirinya semakin popular, bahkan kini telah mengaet aparat pajak Gol 3A, Gayus Tambunan. Ia sendiripun telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik interen kepolisian.

Apakah hal-hal seperti itu, bisa kita lihat dari Hasta Aksara dirinya ? Mari kita coba. Susno Duadji lahir di Palembang, Sumatera Selatan pada tanggal 1 Juli 1954, Shio kuda. Dari kejadian demi kejadian yang pernah dialaminya, saya memperkirakan, kemungkinan ia lahir pada jam Kerbau. Jika memang demikian, Hasta Aksaranya adalah sebagai berikut :

Susno Duadji adalah anak seorang supir dan ibunya pedagang. Ia lulus Akademi Kepolisian pada tahun 1977 dan memulai karirnya sebagai polisi lalu lintas. Dari format di atas dapat diketahui, bahwa elemen diri Susno adalah Tanah besar Wu. Jika jam lahirnya benar, maka sistem ini disebut sistem He-cai. Sistem seperti ini adalah orang yang beruntung, karena dimanapun ia memulai karir, ekonominya senantiasa terjamin, dan kenaikan karirnya juga lebih cepat.

Arti He-cai adalah elemen utama Tanah besar Wu bergabung dengan Air kecil Gui. Nah, pada periode hidup 1975-1984, pilar hidupnya adalah Kelinci Air Guimao. Kemunculan air Gui memenuhi peryaratan yang terbentuk dalam Hasta Aksara, karena itu, begitu lulus dari Akademi kepolisian, karirnya berjalan lancar. Sedangkan menjadi polisi lalu lintas ada hubungan dengan gambaran yang diberikan oleh Kayu Jia dan Logam Geng, dimana akar dari Jia dan Geng adalah Macan dan Monyet, kedua cabang bumi ini berhubungan dengan lalu lintas. Karena Jia dan Geng berada pada pilar tahun dan bulan yang mewakili orang tua, maka dapat pula diketahui ayahnya seorang supir yang selalu berlalu lalang di jalan.

Pila hidup berikutnya adalah Naga Kayu Jiachen (1985-1994) dan Ular Kayu Yisi (1995-2004). Pada prinsipnya kayu dapat mencongkel tanah, akan tetapi pada Hasta Aksara Susno terdapat Logam yang bisa mengatasi kayu, kemunculan kayu malah berarti baik bagi dirinya. Jika tahun-tahun berjalan yang hadir bisa memperkuat diri (Tanah), maka keuntungkan dan kenaikan karir bisa diperoleh dirinya. Sebagai contoh, tahun 1988 memiliki kode pilar Naga Tanah Wuchen, Wu dan Chen keduanya berelemen tanah, jadi tahun yang memperkuat diri, tahun tersebut ia memperoleh kesempatan mengikuti Senior Investigator of Crime Course. Tahun 2000 memiliki kode pilar Naga Logam Gengchen, Naga Chen berelemen tanah, jadi memperkuat diri, ia mengikuti Hostage Negotiation Course (Antiteror) di Universitas Louisiana AS. Tahun berikutnya 2001 berkode pilar Ular Logam Xinsi, Ular Si merupakan akar dari Tanah besar Wu, karena itu menguntungkan. Melalukan Studi Perbandingan Sistem Kriminal di Kuala Lumpur Malaysia. 2003 memiliki kode pilar Kambing Air Guiwei, Kambing berelemen tanah, jadi memperkuat diri juga, melakukan Studi Perbandingan Sistem Polisi di Seoul, Korea Selatan (2003), serta Training Anti Money Laundering Counterpart di Washington, DC, AS dan lainnya. Terhitung sudah pernah mengunjungi 90 negara untuk belajar menguak kasus.

Kini periode hidup berada pada pilar Kuda Api Bingwu (2004-2013). Kemunculan Kuda tidak menguntungkan dirinya, karena dalam sistem asal terdapat hubungan merusak antara Kuda dan Kerbau. Dalam hal ini, kuda membawa info Yin, yang mewakili Karir, jadi jika bertemu dengan Kerbau, Karirnya akan rusak !

Nah, tahun 2008 memiliki kode pilar Tikur Tanah Wuzi, tanah Wu sama dengan diri, jadi memperkuat. Tepatnya pada tanggal 24 Oktober 2008, ia menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat. Dan kemudian Susno Duadji beralih menjadi Kabareskrim menggantikan Bambang Hendarso Danuri yang naik menjabat sebagai Kapolri. Tetapi memasuki tahun 2009 dengan kode pilar Kerbau Tanah Jichou, keriteria Kerbau merusak Kuda yang mewakili karir terjadi. Banyak sekali kejadi terjadi pada dirinya, hingga tanggal 5 November 2009 Susno Duadji sempat menyatakan mundur dari jabatannya, akan tetapi pada 9 November 2009 ia aktif kembali sebagai Kabareskrim Polri. Namun demikian, pada 24 November 2009 Kapolri secara resmi mengumumkan pemberhentiannya dari jabatan tersebut.

Tahun 2010 Macan Logam dan 2011 Kelinci Logam, karena Kuda yang merupakan akarnya sudah rusak oleh Kerbau, dua tahun ini kurang menguntungkan. Ia harus meningga hingga 2012 Naga Air yang memunculkan elemen Tanah untuk memperkuat diri baru membaik.



Categories: Ba Zi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: