SI BUAYA KERONCONG

Orang yang mendapat julukan Si Buaya Keroncong tidak lain adalah Mus Mulyadi. Bahkan di dunia Barat, ia dikenal dengan panggilan ‘King of Keroncong’. Ia adalah putra Jawa asli. Lahir di Surabaya, Jawa Timur, 14 Agustus 1945, hanya beda 3 hari dengan hari Kemerdekaan Negara kita. Beberapa lagunya yang menjadi hit antara lain, “Kota Solo”, “Dinda Bestari”, “Telomoyo”, dan “Jembatan Merah”. Keluarga Mus Mulyadi adalah keluarga penyanyi. Istrinya Helen Sparingga seorang penyanyi, adiknya juga seorang penyanyi pop & Jazz di era 80-an, yaitu Mus Mujiono.

Mari kita pelajari, seperti apakah Hasta Aksaranya, format Selatannya adalah sebagai berikut :

Elemen diri Mus adalah kayu kecil Yi. Kayu pada tanggal lahir ini sangat kuat. Dari delapan buah huruf, terdapat 5 buah kayu. Kayu pada organ manusia adalah hati (Liver), jadi kelemahan pada kesehatan Mus Mulyadi ada pada fungsi hati dan pangkreasnya. Di ketahui, Mus Mulyadi memang menderita panyakit diabetes turunan. Pada periode hidup Anjing Logam Gengxu (1976-1985), logam Geng berinteraksi dengan diri Kayu Yi, terjadilah apa yang disebut dalam hukum interaksi elemen, Logam merusak Kayu. Kebetulan pada periode hidup tersebut, terdapat dua tahun dengan elemen logam sangat kuat, yaitu tahun 1980 dengan kode pilar Monyet Logam dan 1981 dengan kode pilat Ayam Logam, dapat diketahui kerusakan fungsi hati dan pangkreasnya terjadi pada dua tahun ini, sehingga menurut laporan medis, ia mulai terserang penyakit diabetes tinggi pada tahun 1982, hal ini memang sesuai dengan informasi dalam tanggal lahirnya.

Resiko penyakit gula darah tinggi ini adalah kerusakan pada syaraf halus, terutama pada syarat mata, juga ginjal dan jantung. Hal ini tidak bisa dihindari dirinhya, karena periode hidup Mus selama 20 tahun berturut-turut berada pada tempat logam. Jika demikian, tahun yang sangat penting akan terjadi pada tahun Naga, karena Naga bisa memediasi pertemuan antara kayu dan logam, sehingga terjadi kerusakan kayu yang lebih parah. Dua tahun penting pada periode itu adalah 1988 dan tahun 2000. Menurut catatan, penyakit gula Mus bertambah para ketika ia menetap di Belanda dan Suriname pada tahun 2000, ia harus mengabaikan pola menjaga kesehatannya, dampaknya penglihatan dan kesehatan lainnya mulai menurun fungsinya.

Berdasarkan kenyataan tersebut, Xiangyi berani berandai, jam lahir Mus sangat mungkin terjadi pada jam Kambing. Dengan demikian, ketika berada pada periode hidup Kambing Api Dingwei, akan terjadi kebutaan, terutama pada tahun 2006, 2009 atau 2012. Kenyataannya adalah pada tahun 2006, pembuluh darah pada matanya pecah, sehingga terjadi pendarahan di mata dan harus disuntik silicon setiap bulannya. Demikian juga giginya mulai lepas sendiri satu persatu. Hingga 2008, penglihatannya hanya tinggal 16 %, dan berita terakhir adalah telah terjadi kebutaan pada dirinya. Semua ini dapat membuktikan, siklus kehidupan itu ada dan bisa ditelusuri.



Categories: Ba Zi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: