Prita Mulyasari yang tertimpa sial

Teknik analisa Hasta Aksara adalah suatu pelajaran yang sangat sulit, untuk dapat menguasainya dengan baik, dibutuhkan waktu minimal 3 tahun plus dua tahun praktek lapangan. Karena itu, tidak semua orang bisa menguasainya dengan baik. Informasi yang terkandung di dalam Hasta Aksara sangat luas dan memiliki akurasi yang sangat baik. Jika kita telah mengetahui suatu kejadian atas seseorang sebelumnya, kemudian disodorkan sebuah data tanggal lahir yang salah, dengan segera kita akan bisa menyadari, bahwa kemungkinan telah terjadi salah catat atas data tersebut, atau telah tertukar dengan data milik orang lain.

Beberapa hari ini, berita tentang Prita Mulyasari yang terjerat hukum, bahkan masuk penjara hanya gara-gara curhatnya di e-mail terungkap media secara luas, dan menjadi pembicaraan hangat di mana-mana. Sebagai seorang analis garis kehidupan, saya selalu ingin tahu bagaimana susunan Hasta Aksara (tanggal lahir) seseorang yang mengalami suatu hal khusus. Tanggal lahir Priya Mulyasari tentu menjadi salah satu target analisis yang baik.


(Capres Mega menjenguk Prita)

Melalui teman media, saya mendapatkan datanya tertanggal 2 Desember 1979. Setelah saya terjemahkan menjadi Hasta Aksara, ternyata tidak ditemukan tanda-tanda kecocokan, karena data tersebut tidak mungkin mengalami kesialan seperti Prita Mulyasari. Jadi bisa disimpulkan tanggal tersebut salah, atau bukan milik Prita. Umunnya kejadian bersifat seperti itu, akan melibatkan cabang bumi Ular Si, baik di tahun, bulan, hati atau jamnya. Melihat usianya, besar kemungkinan Prita shio Ular, yaitu lahir pada tahun 1977, bukan 1979.

Akhirnya saya mendapatkan salinan kutipan dakwaan jaksa terhadap Prita, ternyata sesuai dengan dugaan sebelumnya, Prita lahir pada di Jakarta, pada tanggal 27 Maret 1977, shio Ular. Jika kita umpamakan Prita lahir pada jam 1 – 3 dini hari, maka Hasta Aksara dan Priode hidup Prita sebagai berikut :

Jam lahir tersebut hanya perkiraan sementara, mengingat rumah tangga dan perkawinan Prita baik-baik saja. Perlu dicatat, Hasta Aksara yang saya pakai untuk orang yang lahir di Indonesia adalah format khusus, tidak sama dengan orang yang lahir di belahan Utara Indonesia. Bila anda seorang pemerhati Hasta Aksara (Bazi) dan memproses tanggal lahir di atas dengan program yang dijual bebas dipasaran, hasilnya akan berbeda dengan apa yang saya sajikan.

Elemen utama Prita Mulyasari adalah Air kecil Gui. Elemen dirinya mengakar pada air yang terdapat di dalam cabang bumi Kerbau yang ada di pilar Jam. Melalui Kerbau, elemen diri menggalang kekuatan dengan Ayam dan Ular, membentuk interaksi elemen Logam yang sangat kuat. Logam adalah ibu bagi air, karena ialah yang lahirkan air. Dalam Hasta Aksara, elemen yang menghidupan diri disebut dengan istilah Yin. Makna yang terkandung di dalam Yin adalah status, hukum, harga diri, integritas, keberadaan, sastra, bunda, pelindungan dan lainnya. Jika Yin terganggu, akan terkena masalah yang berhubungan dengannya, jadi rangkaian Ular, Ayam dan Kerbau tidak boleh dirusak dan harus dijaga dan dikendalikan.

Simbol ular dalam metafisika China memiliki arti tersendiri. Lidah ular bercabang dua, karena itu kita sering mendengar makian ‘ular’ kepada orang yang bermuka dua. Cabang bumi ular juga memiliki sifat seperti itu. Sifat elemen dasarnya adalah Api, interaksi elemen antara Ular, Kuda dan Kambing juga api. Namun interaksi Ular, Ayam dan Kerbau akan merubah sifat elemen dasarnya dari api menjadi logam. Jadi ia baru bersifat logam jika berada dalam rangkaian yang utuh. Bilamana rangkaian itu tercerai, ia akan segera kembali kepada sifat elemen dasarnya, yaitu api. Dalam hal ini, api dapat merusak logam.

Ketika pilar kehidupan berada di Tikus air Bingzi (1999 – 2008), interaksi antara pilar tersebut dengan system dasar Hasta aksara adalah Tikus mencelakai Kambing. Dalam hal ini, Kambing berada pada cabang bumi pilar diri. Kambing dicelakai berarti pula dirinya dicelakai, suatu informasi dirinya akan sakit atau tertimpa masalah. Lalu kapan kejadiannya ? Karena yang mencelakai adalah Tikus, maka kejadiannya akan terjadi pada tahun Tikus. Kita semua tentu masih ingat, tahun 2008 adalah tahun Tikus tanah. Jadi kejadiannya akan muncul pada tahun 2008. Kenyatannya memang itulah yang terjadi, tepatnya rangkaian kejadian tidak menyenangkan dimulai dari tanggal 7 Agustus 2008, ketika Prita sakit panas tinggi dan masuk UGD suatu rumah sakit di Serpong.

Kini periode hidup Prita memasuki pilar berikutnya, yaitu pilar Kerbau api Dingchou (2009 – 2018). Lima tahun pertama, yaitu dari tahun 2009 – 2013 berada di batang langit api Ding. Ding adalah bentuk asal dari cabang bumi Kuda Wu, karena itu Ding juga mewakili keberadaan Kuda. Seperti telah dijelaskan di atas, Kuda jika bertemu dengan Ular dan Kambing akan membentuk aliansi energi api yang kuat. Dalam system dasar, terdapat keduanya, yaitu Ular dan Kambing. Akan tetapi Ular dalam sistem telah beraliansi dengan Ayam dan Kerbau yang membentuk kekuatan logam. Kini datang Kuda merebut Ular dari aliansi semula dan membentuk aliansi baru berkekuatan Api, sekaligus menghantam energi yang besifat logam. Energi logam yang terkekang mewakili status, kretabilitas, harga diri dan lainnya seperti telah diterangkan di atas. Efeknya adalah wilayah hukum diri yang rusak, kehilangan harga diri, terkekang dan dipenjara. Kapan itu terjadi ?

Tahun 2009 adalah tahun Kerbau tanah Jichou, cabang buminya sama dengan priode hidup saat ini. Kehadiran Kerbau ini berarti ingin membangkitkan kembali aliansi Logam, tetapi kekuatan tahunan mana bisa menandingi kekuatan periode yang 10 kali lipat, dengan ganas bara api segera membakar-lumerkan logam, terutama terjadi pada bulan 4 Imlek (5 Mei – 6 Juni) yang disebut bulan Ular, terutama pada tanggal 13 Mei 2009 adalah hari Kuda, aliansi Ular, Kuda dan Kambing kembali terbentuk menghantam keras logam, karena itu Prita kehilangan kebebasan, masuk penjara wanita Tangerang hingga dibebaskannya pada tanggal 3 Juni 2009 menjadi tahanan kota.

Yang menarik adalah kasus ini mendapat perhatian luas dari para capres pada hari pembebasannya. Hari itu hari Kelinci. Dimulai dari Yusuf Kalla, kemudian kunjungan Megawati dan himbauan dari SBY. Yusuf Kalla lahir 1942, shio Kuda, mewakili kelompok api. Interaksi Kuda dengan Kelinci (shio hari) adalah membuat pincang (po). Jadi komentar Yusuf Kalla menandai pincangnya kekuatan api. Megawari lahir pada Januari 1947, shionya masih Anjing. Anjing adalah gudang api, mewakili kekuatan api yang telah pincang itu digudangkan (dikubur), jadi dapat dikatakan hilangnya kekuatan aliansi api. SBY lahir pada tahu 1949, shio Kerbau. Kerbau adalah gudang bagi logam, juga merupakan salah satu elemen penting pembentuk aliansi logam dalam sistem dasar Hasta Aksara Prita. Jadi mewakili kebangkitan aliansi logam pada diri Prita. Karena itu Prita akhirnya bebas dari penjara. Rangkaian urutan yang demikian kebetulan, tetapi tidak terlepas dari rangkaian filosofi metafisika menunjukkan bahwa pola kehidupan seseorang memang dapat dipelajari dan di analisis. Bukan diterawang !



Categories: Ba Zi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: