Mantan Presiden Soeharto 2

 

Cerita kita pekan lalu berakhir pada menerima SUPERSEMAR. Itu dikarenakan pada tahun Kuda Api 1966, Api yang sangat besar dan kuat itu dapat mewakili gudang api Anjing ‘Xu’, dimana dalam priode diinformasikan sebagai batang langit Api ‘Bing’ yang duduk di atas Naga Chen. Ingat semua uang dan kekuasaan tersimpan di dalam gudang Naga, dan jika gudang telah dibuka, maka semua yang berada di dalamnya bisa diperoleh dengan mudah. Nah, Anjing yang terbentuk dari kekuatan energi api sangat besar menabrak (Chong) Naga, membuat pintu gudang Naga terbuka, maka didapatkannya kekuasaan tertinggi melalui secarik surat (Kelinci di Jam). Tahun Kambing Api 1967, Soeharto resmi menjabat Presiden RI yang ke dua mengantikan Soekarno.

Beberapa berikutnya salalu berada di Api dan Tanah kering yang mendukung tanggal lahirnya, karena itu berturut-turut terpilih kembali menjadi presiden hingga 6 kali. Pemilihan yang ke 7 kali telah masuk Periode hidup Logam yang tidak menguntungkan, karena itu hanya bertahan sebentar sebelum dijatuhkan kekuatan rakyat pada Mei 1998. Masih terdapat catatan pada Periode Kambing (1994 – 1998). Kambing menusuk (Chuan) bintang istri Tikus Air, berindikasi akan terjadi masalah pada istri di periode tersebut, dan benar saja pada tahun Tikus Api 1996, bintang istri hadir pada tahun, kemudian ditusuk oleh Kambing, tepatnya 28 April, istri beliau Siti Hartinah atau Tien Soeharto wafat.

Setahun kemudian, perjalanan hidupnya telah masuk Monyet Logam (1999 – 2008), adalah periode Logam besar yang sangat tidak disukai dirinya. Monyet langsung berinteraksi dengan Kelinci (An He) pada sistem dasar, dan mengancam kekuasaan dan kesehatannya. Tahun pertama dalam periode itu (1997) telah dimulai dengan krisis ekonomi, bahkan harus meminta bantuan dari bank Dunia dan IMF. Macan adalah titipan harapan bagi elemen diri Api ‘Ding’, kehadiran Macan pada tahun 1998 langsung ditabrak (Chong) Monyet dari priode, maka sirnalah seluruh harapan dan kekuasaannya. Ia harus turun tatah dan menyerahkan kekuasaan kepada wakilnya.

Satu hal perlu diperhatikan adalah Elemen dirinya ‘Ding’ mengandeng Air besar ‘Ren’ sebagai media mendapatkan kekuasaan, tetapi ketika Logam menghidupkan air dengan sangat Kuat, sementara Kayu  telah tidak mampun (Kelinci sudah dibunuh Monyet) mengendalikan Air, maka Air Bah akan segera menenggelamkan dan memadamkan Apinya. Nah, tahun 2007 adalah Babi Api, Babi mewakili Air sangat besar, sedangkan Api pada batang langit adalah dirinya. Tahun itu jelas menginformasikan maut bagi dirinya. Ternyata benar, beliau meninggalkan kita semua ‘tuk selamanya pada tanggal 27 Januari 2007 di Jakarta.



Categories: Ba Zi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: