Fengshui dan Pengetahuan modern

Fengshui sering diterjemahkan menjadi ‘Geomansi’. Istilah ini sebenarnya kurang tepat, karena pengertian Geomansi adalah ilmu meramal yang didasarkan pada pengamatan garis-garis atau gambar-gambar. Pada kenyataannya, fengshui tidaklah cukup dengan hanya mengamati gambar atau garis (cetak biru) sebuah design bangunan saja, lebih dari itu, seorang analis fengshui harus turun ke lapangan tempat sebuah bangunan akan atau telah didirikan, untuk mengamati secara langsung arah dan keadaan lingkungan di sekitarnya, serta bagaimana pengaruh lingkungan tersebut terhadap bangunan itu secara langsung.

Keadaan jalan, kolam, danau, pergunungan, jembatan, menara pemancar, menara tegangan tinggi, bentuk bangunan lain di sekelilingnya, kadar curah hujan setempat, kelembaban udara, struktur tanah, kecepatan angin, serta tingkah laku kehidupan sosial yang berada di sekitarnya, semuanya itu akan memberikan pengaruh baik atau buruk secara langsung terhadap sebuah bangunan, dan secara tidak langsung terhadap orang-orang yang tinggal di dalam bangunan tersebut.

Jadi ilmu fengshui tidak sekedar mengamati garis dan gambar, tetapi ia mencakup beberapa disiplin ilmu pengetahuan modern; seperti Geologi, Geografi, Geomorfis, Geomagnectis, Geonosi, Geoekonomi, Humangeografi dan geoteknologi – geoteknologi lainnya, bahkan keadaan Sosiogeografis, Sosialekonomi dan prilakusosial disekitarnya juga ikut mempengaruhi baik buruknya fengshui suatu tempat. Jadi seorang analis fengshui dituntut harus memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas, tanpa itu, mustahil seseorang dapat menjadi seorang ahli fengshui yang baik.

Misalnya sebuah bangunan yang sangat megah dan tinggi berdiri di tengah-tengah permukiman kumuh, Dalam hukum dasar fengshui, bangunan seperti itu disebut bangunan penyendiri, dimana penghuninya akan dikucilkan orang dari pergaulannya. Dalam kehidupan nyata, rumah mewah yang berdiri sendiri di antara pemukimam kumuh, memang akan mengundang kecemburuan sosial dari masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Sebuah toko di sudut kota yang ramai dikunjungi orang, bisa saja menjadi sepi dari pengunjung karena perubahan arah lalulintas kendaraan. Kadang kita menjadi kesal dan malas, karena toko yang hendak kita kunjungi itu sebenarnya cukup dekat, tetapi kita justru harus berputar sangat jauh mengikuti arah lalu lintas untuk dapat sampai di depan toko tersebut, sehingga lamanya perjalanan yang tadinya dapat dicapai dalam waktu hanya 10 menit, kini menjadi butuh waktu hampir satu jam, karena jalan di sekitarnya macet total. Jadi dalam hal ini, bagaimana pun bagusnya fengshui toko tersebut, keramaiannya tentu akan berkurang dari yang sebelumnya. Contoh ini menunjukkan, betapa pentingnya faktor lingkungan bagi sebuah sistim fengshui, dengan kata lain, fengshui tidak dapat diamati hanya melalui gambarnya saja.

Hasil penelitian para ahli geologi dunia barat di tahun enam puluhan menyimpulkan dan menyetujui teori keseimbangan antara manusia dan alam, ini sejalan dengan paham persamaan manusia dan langit dari filosofi Tiongkok kuno, yang manjadi cikal bakal fengshui.

Pada penelitian selanjutnya, ternyata ditemukan adanya hubungan antara potensi manusia dan gaya gravitasi bumi; grafik pertumbuhan ekonomi serta grafik pertumbuhan penduduk juga mempunyai hubungan dengan grafik pertumbuhan dan penyebaran makluk hidup; demikian juga penyebaran penduduk bumi dapat pula dijelaskan dengan teori gravitasi universal. Transmisi data dalam disiplin ilmu ekonomi memiliki persamaan dengan hukum termal ke 2 dalam disiplin ilmu fisika. Teori mengenai manusia dan perkembangan ekonominya berhubungan langsung dengan kondisi alami geografisnya. Dengan adanya keterkaitan dan saling berhubungan satu hal dengan hal lainnya seperti di atas, setidak tidaknya telah memberitahukan kepada kita, bahwa suatu posisi dengan arah dan keadaan lingkungan tertentu, akan memberi pengaruh secara langsung kepada orang yang berada di dalamnya, baik dari segi pendapatan (yang biasanya kita sebut sebagai keberuntungan), mau pun dari segi kesehatan jiwa dan raganya. Logika seperti ini sangat masuk akal dan wajar, ia telah dirumuskan oleh para cendikia Tiongkok kuno ribuan tahun yang silam dengan istilah fengshui.

Karena fengshui juga mengatur penataan ruang bangunan, karena itu sejalan dengan dengan ilmu pengetahuan modern seperti teknik sipil bangunan, arsitektur, estetika, interior, exterior, pencahayaan, kelembaban udara dan sirkulasi udara sebuah bangunan, serta disiplin ilmu lainnya yang berhubungan.

Pada umumnya, sebuah bangunan yang telah didesign secara baik dari segi arsitektur, biasanya ia telah memenuhi segala persyaratan yang dibutuhkan oleh sebuah rumah yang sehat, karena itu, kita juga dapat mengatakan bahwa bangunan tersebut telah memenuhi standart dasar fengshui yang baik pula, yang mungkin masih kurang dari sistim bangunan seperti itu adalah, apakah penempatan ruangan dan kaitan fungsi ruang dengan penempatannya sudah tepat pula menurut fengshui ? karena bisa saja pintu utama, kamar tidur utama ataupun posisi dapur dari bangunan tersebut berada di tempat yang memiliki energi ‘Qi’ tidak baik, sehingga membawa pengaruh yang kurang baik pula bagi penghuninya.

‘Qi’ berbeda dengan udara, ia tidak berbentuk, tidak berbau dan tidak menimbulkan efek angin, sehingga ilmu aerodinamika maupun aerostatistika tidak dapat menjangkaunya. Ia hanya dapat dihitung dengan mengunakan rumusan perhitungan fengshui, ilmu pengetahuan modern untuk sementara belum dapat menyentuhnya, karena itu, tugas seorang ahli fengshui harus bekerja sama dengan seorang arsitek dengan menunjukkan hasil hitungan fengshuinya, di posisi mana seharusnya pintu utama, kamar utama, dapur atau pun mulut tangga harus ditempatkan, kemudian arsitek tersebut dapat mendesign, menata dan merancang gambar bangunan tersebut, dan selanjutnya diwujudkan menjadi sebuah gedung yang memenuhi persyaratan fengshui, sekaligus juga memenuhi segala persyaratan ilmu pengetahuan modern, bangunan seperti itulah yang pantas kita sebut sebagai bangunan yang baik.

Seorang ahli fengshui yang baik tidak pernah mengatur sampai ke detail-detail ukuran sebuah pintu, hitungan undakkan anak tangga, apalagi ukuran ruang dan perabotan yang ada di dalamnya, karena persoalan hitung-menghitung, seorang arsitek telah lulus uji saat mamasuki falkutasnya, mulai dari matematika yang dipelajarinya semenjak sekolah dasar, hingga ke perhitungan aljabar dan geomentri yang rumit, bahkan ketahanan sebuah bangunan terhadap goncangan, ketahanan terhadap beban, bahkan kelayakan pakai sebuah bangunan telah sanggup dihitung dengan pasti, sehingga tidak lagi pernah kita menemui istilah ‘diramalkan’ yang serba tidak pasti dalam perhitungan bangunan, yang kita temui adalah istilah ‘diperhitungkan’, karena itu tukang fengshui yang kadang masih awam dengan perhitungan difrensial dan integral itu, ada baiknya tidak mengurusi ukur mengukur, serahkan saja kepada yang lebih terlatih dalam hal tersebut !

Besarnya sebuah pintu, jumlah undakkan anak tangga yang paling penting adalah harus sesuai dengan keadaan, bila sebuah rumah yang lebarnya hanya tiga setengah meter, jika ukuran pintunya diharuskan sama dengan rumah yang lebarnya 10 meter, maka dapat lah dibayangkan apa yang akan terjadi, demikian juga rumah yang jarak lantai dasar dengan lantai atasnya rendah, jika jumlah undakkan anak tangga harus disamakan dengan rumah yang jarak lantai dasar dengan lantai atasnya sangat tinggi, itu malah akan membahayakan orang yang berjalan menaikinya, karena tangganya akan menjadi terlalu terjal atau malah terlalu landai, demikian juga jarak antar undakannya akan menjadi tidak normal, terlalu jauh atau malah terlalu dekat, akibatnya akan mengacaukan kebiasaan lebar langkah kaki seseorang sehingga terjadi salah langkah. Jika salah langkah terjadi di atas permukaan bidang datar, itu tidaklah menjadi masalah, tetapi jika terjadi di permukaan bidang miring akan buruk akibatnya.

Pada dasarnya, yang paling penting untuk dipertimbangkan dalam fengshui untuk pintu utama, tangga, kamar tidur utama, dapur, dan lain-lain adalah posisinya, di posisi manakah paling baik letak sebuah pintu utama pada rumah A, dan rumah B yang arahnya berlainan, demikian juga letak master bedroom, dapur dan lain-lain. Jadi yang dipentingkan adalah penposisian, apakah penempatan suatu fungsi ruang sudah sesuai dengan sifat unsur atau ‘Qi’ di tempat tersebut ? Itulah tugas utama seorang analis fengshui untuk mencarikannnya, untuk kemudian diberitahukan kepada seorang arsitek untuk merancang bangunan. Jadi seorang analis fengshui hanya seorang konsultan, bukan seorang eksekutor. Dengan penguasaan pengetahuan kunonya, ia harus dapat bekerja sama dengan seorang ahli dalam pengetahuan modern untuk dapat mengujudkan sebuah bangunan yang paling ideal. Dengan kata lain yang lebih tegas, tidak ada urusan ukur-mengukur dengannya.

Dalam fengshui kita kenal ada meteran fengshui, tepatnya disebut sebagai meteran ‘luban’. Meteran itu diciptakan oleh seorang mastro bangunan bernama Lu ban pada masanya, dimana pada saat itu, ilmu ukur masih sangat ketinggalan, dengan adanya meteran yang telah ditandai dengan kode-kode yang telah dirumuskan secara sistematis sedemikian rupa, sehingga orang yang hendak mengetahui berapa tinggi, berapa lebar, berapa panjang dan lainnya untuk sebuah benda yang akan dibuatnya, tinggal mengikuti kode yang ada, maka ukurannya akan menjadi sesuai dengan fungsinya, meteran seperti itu memang sangat praktis dan terus-menerus dipergunakan orang hingga abad ke-19, bahkan hingga kini masih banyak orang yang mempergunakannya. Jadi mengukan meteran tersebut tidak ada salahnya, akan tetapi harus dipadukan dengan ilmu pengetahuan modren. Adalah sangat tidak bijaksana, jika kita memaksakan kehendak untuk menerapkan ukuran-ukuran berkode baik dalam meteran tersebut secara kaku dalam membuat sebuah perabotan atau ukuran pintu. Itu akan membuat kita menjadi tahayul.

 



Categories: Fengshui

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: