Depan air belakang gunung

Banyak sekali orang beranggapan, bahwa sistim fengshui yang baik adalah sistim yang di belakang terdapat gunung dan di depan terdapat air. Karena itu, bila melihat sebuah bangunan yang di depannya terdapat danau, sungai, laut atau bahkan kolam buatan, dan di belakang terdapat sesuatu yang tinggi, cendrung dianggap kebanyakkan orang sebagai suatu sistim fengshui yang baik. Padahal, kebenaran dari anggapan seperti ini, tidak akan lebih tinggi dari angka 25 persen saja.

Suatu ketika, waktu memasuki sebuah rumah di wilayah sunter yang menghadap ke danau, seorang kenalan tiba-tiba menyeletuk : “ Pantas saja Andre (bukan nama yang sebenarnya) kaya, fengshuinya hadap ke danau ……….. ”

“ Kalau begitu orang-orang yang tinggal di Pantai Mutiara semuanya miskin dan para nelayan semuanya kaya-kaya dong ! ” Saya mencoba untuk mengingatkan, kalau tidak betul-betul menguasai fengshui, jangan sembarangan berbicara.

“ Loh, kog !? ” Rupanya dia tidak dapat menangkap maksud saya.

“ Jika anda pernah mampir ke Perumahan Pantai Mutiara, anda akan melihat suatu kenyataan, di mana banyak sekali rumah memiliki sebuah dermaga kapal pesiar pribadi di belakangnya. Dengan kata lain, di belakang rumah-rumah tersebut, terdapat sungai buatan yang langsung bermuara ke laut, dengan demikian, telah menyalahi peraturan fengshui tentang depan air belakang gunung, tetapi kenapa penghuninya  orang-orang kaya ?. Satu lagi, saudara-saudara kita yang berprofesi nelayan kecil, hampir dapat dipastikan rumah-rumah mereka berada di pantai dan menghadap ke laut, tetapi mereka hanya dapat hidup sederhana, bahkan kekurangan, sedangkan pemilik kapal ikan besar yang kaya, tidak ada yang tinggal di lepas pantai. ”

“ Kalau begitu teori fengshui itu tidak benar dong ! ” Jawabnya enteng.

Mendengar itu, tengorokkan saya terasa tersumbat dan sulit bernafas. Itulah kejelekan sifat manusia, tidak cukup memahami ilmu fengshui sudah berbicara sembarangan seolah-olah telah menguasai fengshui dengan baik, ketika terbentur masalah, malah menyalahkan fengshui itu tidak benar. Itu hanya sepotong kecil dari sedemikian banyak penyimpangan yang ada, dapatlah kita banyangkan, betapa ngawurnya dunia fengshui saat ini.

Kerangka sistim dasar fengshui hanya ada empat. Depan air belakang gunung, belakang air depan gunung, depan air depan gunung, belakang air belakang gunung, jadi sistim tadi yang cendrung dianggap orang sebagai sistim yang baik hanyalah salah satu dari 4 sistim yang ada, karena itu kebenaranya hanya 25 persen saja.

Dalam dunia fengshui, pengertian air dan gunung tidak selalu adalah air dan gunung yang sesungguhnya, tempat yang lebih rendah, walau pun hanya sedikit saja sudah dapat dianggap sebagai air, demikian juga tempat yang lebih tinggi, walaupun hanya satu inci saja, sudah dapat dianggap sebagai gunung.

Pada jaman dahulu, hunian masih renggang, kondisi jalan darat masih buruk, orang membutuhkah air untuk jalur trasnportasi dan keperluan pemakaian sehari-hari, hal yang paling memudahkan adalah tinggal dekat air, yaitu menghadap ke air, dan jika mungkin, belakang bangunan bersandar pada sisi bukit dengan kiri dan kanan tidak jauh dari rumah terdapat bangunan rumah tetangga, hal ini untuk memudahkan kordinasi komunikasi dan menghindari serangan binatang buas yang bebas berkeliaran di malam hari. Di samping itu, orang dapat berpindah ke tempat yang lebih tinggi dengan cepat ketika tejadi banjir bandang. Karena itu sistim hadap air belakang gunung adalah sistim paling ideal pada saat itu, dan menjadi semacam rumusan fengshui paktis yang berkembang hingga saat ini.

Seiring dengan berjalannya waktu, penguasaan pengetahuan semakin baik, kelompok hunian bertambah dengan pesat, desa yang renggang penduduknya  berkembang menjadi kota yang padat, kelompok hunian telah bergeser dari tepi sungai ke tanah dataran yang luas, peran air telah digantikan oleh jalan raya, sedangkan peran gunung juga digantikan oleh bangunan rumah dari tetangga belakang,  penerapan teori fengshui juga perlu penyesuaian yang baik, Karena itu, pendapat tentang hanya bangunan yang menghadap ke air yang baik sudah tidak relevan.

Suatu saat, banyak yang dengan sengaja membuat lantai dasar bangunannya semakin ke belakang semakin tinggi, sehingga terdapat perbedaan tinggi lantai antara daerah depan, daerah tengah dan daerah belakang, alasannya untuk memenuhi persyaratan fengshui depan air belakang gunung, design seperti ini, sebetulnya tidak perlu dan membahayakan bagi orang tua serta anak kecil, jika hanya di terapkan untuk ruang tertentu agar nilai artistic bangunannya lebih menonjol, atau terpaksa dilakukan untuk menyesuaikannya dengan kondisi konstur tanah di lereng perbukitan, itu tidak menjadi masalah, sepanjang sesuai dengan sistim penataan fengshui.

Tentu saja, jarak dinding gunung atau bangunan, tidak boleh terlalu dekat dengan bangunan rumah. Sebagai contoh deretan bangunan bekas perbankan yang berada di sisi dinding jembatan layang asemka, sebelum jembatan layang tersebut dibangunan adalah kantor-kontor pusat bank-bank terkenal, kini hanya tinggal dua bank yang masih berdiri di sana, BCA dan Buana, yang perlu dicacat adalah BCA berada di ujung jalan setelah Buana, sudah terbebas dari hadangan dinding jambatan, tetapi masih juga terkena efeknya, sedangkan Buana menghadap ke Pintu kecil, bukan ke Asemka, terlepas dari kebetulan atau tidak, semua Bank di sana yang menghadap ke dinding jembatan layang Asemka, terhempas rersesi ekonomi, BCA pun terimbas rush, hanya bank Buana yang tetap tegar.Bangunan di daerah perbukitan yang menghadap ke dinding bukit, jika memenuhi persyaratan fengshui ‘belakang air depan gunung’ tidaklah menjadi masalah, malah merupakan sistim fengshui yang baik. Hal sama juga terjadi di perkotaan, hunian di tengah kota yang menghadap langsung ke dinding bangunan tinggi, tidak jarang dijumpai yang penghuninya cukup kaya.
Orang yang sedang bernasib baik, segala sesuatunya akan lancer, termasuk ketika membeli property, atau memperbaiki rumah, secara tidak disengaja, fengshuinya pun akan baik-baik saja, kalau pun ada kesalah hanyalah kesalahan kecil yang tidak fatal, karena itu jika selama tinggal di suatu tempat baik-baik saja, tidak usah terlalu merisaukan ocehan dari orang lain yang macam-macam.



Categories: Fengshui

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: