Melawan Kerbau dengan Kuda

Dengan bantuan cakram bintang terbang, kita bisa mengetahui pemetaan bintang terbang di setiap sudut ruangan. Dari situ pula kita bisa mengetahui keadaan energi di setiap sudut dan ruang, apakah yang hadir itu energi kejayaan, energi yang telah lemah, energi yang menimbulkan sakit dan yang lainnya. Di atas kertas, kita bisa saja mengubah aturan tersebut dalam bentuk table. Namun dalam praktek hal itu amat sulit. Karena selalu kita masih harus mengetahui penataan ruangnya secara benar. Sepuluh rumah berderet di sisi sebuah jalan lurus, semua arah pintunya persis sama, tetapi penataan ruangnya berbeda, pengaruh baik dan buruknya juga akan berbeda-beda. Bahkan sepuluh rumah berderet tersebut semua tata ruangnya sama persis pun, masih saja bisa terdapat perbedaan di antaranya. Itulah sebabnya seorang praktisi fengshui harus hadir langsung di lokasi yang akan diaudit fengshuinya, disamping itu, praktisi tersebut dituntut harus memiliki pengetahuan luas dan jam terbang yang tinggi dalam hal ini.

Enam atau tujuh tahun yang lalu, Xiangyu diundang menganalisa sebuah ruko di kota Medan. Semenjak pindah ke tempat tersebut, ada saja gangguan yang terjadi pada pemiliknya. Persaingan bisnis menggila, keuntungan turun tajam. Ia curiga pada fengshui tempat usahanya tersebut. Banyak buku fengshui dibacanya, banyak pula alat fengshui yang dipasangnya sendiri di sana-sini. Tetapi keadaannya tidak kunjung membaik, bahkan bertambah kacau.

Xiangyu turun dari pesawat, langsung dijemput dan di bawa ke rukonya. Setelah mengukur arah dengan Luopan dan mengamati tata ruangnya, tidak ada kesalahan yang besar. Yang ada juga karena efek yang ditimbulkan karena sembarangan menempatkan peralatan fengshui yang tidak pada tempatnya. Xiangyu menyarankan untuk menyingkirkan semua peralatan yang wujudnya seram-seram tersebut.

Hasil pengukuran menunjukkan arah hadapnya 155° dari utara, artinya ruko tersebut duduk di Barat Laut menghadap Tenggara. Sesungguhnya merupakan sebuah arah yang baik. Kelemahan arah ini adalah tidak boleh berpatungan dengan orang lain, bisnis harus dimiliki sendiri. Jika bisnis tersebut milik bersama, pasti akan ribut dan pecah kongsi. Cakram bintangnya seperti dibawah ini :

Ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi arah ini adalah, harus terdapat warna merah di depan ruko, dalam hal ini pintu besinya memang berwarna merah. Tangganya terdapat di sektor Timur laut dan Timur, head officenya terdapat di lantai dua, meliputi sektor Tenggara, Selatan dan Barat daya. Sebuah jendela besar terdapat di belakang, di bawah jendela adalah meja dapur. Karena fungsinya kantor, dapur itu tidak pernah dipakai.

Semuanya terlihat wajar-wajar saja, tidak ada kesalahan berarti. Xiangyu naik ke lantai tiga. Ruang di lantai tiga hanya separuh dari seluruh luas bangunan, bagian depan menyisakan sebuah teras terbuka yang cukup luas. Nah, dari sini kita bisa melihat melihat bebas ke tiga sisi depan, samping kiri dan samping kanan. Terlihat di sudut kiri depan, sebuah atap tinggi berbentuk seperti tanduk kerbau mengarah ke sini. Ternyata sebuah atap bangunan rumah adat Minang yang cukup tinggi. Inilah titik masalahnya.

Bagaimana tidak banyak masalah ? Bintang hadap depan ruko tersebut adalah angka 3. Angka tersebut mewakili seorang pimpinan suku primitif Tiongkok yang sangat brutal, ia dijuluki sang tulang besi tanpa tanding. Seorang pembuat onar. Karena itu angka tiga mewakili hal-hal yang berhubungan dengan persaingan dan keributan, bahkan pengadilan. Angka 3 paling takut berpasangan dengan angka 2. Penyatuan kedua angka tersebut membentuk sebuah kekuatan perusak yang disebut hawa pembunuh adu kerbau.

Nama kerbau berasal dari angka 2. Karena angka dua mewakili trigram Kun. Gambaran trigram Kun antara lain adalah bumi, penurut, kerbau, perut, ibu, kain, wadah, hitam, pelit, berimbang, umun dan lainnya. Jadi kerbau adalah salah satu bentuk gambaran trigram Kun dengan simbol angka 2.


Dalam bentuk elemen, angka 2 berelemen tanah. Sedangkan angka 3 berelemen kayu. Pertemuan antara angka 2 dan angka 3 menyebabkan bentrokan energi kayu dengan tanah, dalam hal ini tanah dirugikan. Tanah adalah kerbau. Kerbau yang dirugikan memberontak mengadakan perlawanan. Kerbau yang marah menyerunduk membabi-buta seperti layaknya sedang beradu kerbau. Itulah sebabnya bertemunya angka 3 dengan bentuk kepala kerbau atap rumah adat telah membentuk kombinasi bayangan 3 dan 2. Itulah biang keladi semuanya.

Jika sudah tahu penyebabnya, maka mengatasinya menjadi mudah. Xiangyu menyarankan untuk menempatkan sebuah patung kuda berwarna merah di sudut kiri depan teras atas ruko tersebut. Beberapa bulan kemudian, Xiangyu mendapatkan kabar gembira dari pemiliknya, bahwa bisnisnya kini telah berjalan lancar. Terbukti cara ini sangat efektif.

Setahun kemudian, ia kembali memberitahukan tentang persaingannya yang meningkat tajam. Setelah diperiksa, entah kapan kudanya telah hilang dicuri orang. Dengan segera digantikan sebuah patung kuda yang baru, dan segalanya kembali menjadi normal. Hingga kini, bisnis pemiliknya berjalan seperti kehendak hatinya.

Jakarta, 25 Mei 2009


Xiangyi



Categories: Fengshui

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: