Besi panas dan air dingin

Seorang pandai besi dengan tang besarnya mengambil sepotong besi merah membara dari tengku apinya. Diletakkannya potongan besi itu diatas talenan, lalu dipukulnya beberapa kali dengan martil raksasanya. Segera setelah itu, ia memasukan potongan besi panas itu ke dalam air dingin.

“ Zzzzzzzzzzzziiiiiiiiiiiz ………… ” Asap putih membumbung dari air tersebut, sepertinya pertarungan antara besi dan air telah dimulai.

Perhatian :
Besi berada dalam keadaan panas membara, sedangkan air berada dalam keadaan yang dingin. Saat besi panas dimasukkan ke dalam air dingin, pertarungan hidup mati antara besi dan air telah dimulai. Besi berusaha mendidihkan air yang dingin, sedangkan air berusaha membuat besi yang panas menjadi dingin.

Hikmah yang bisa diperoleh :
Dalam kehidupan sehari-hari, keadaan (lingkungan) bisa diibaratkan sebagai air, dan anda adalah potongan besi tersebut. Kenyataan hidup yang pahit dengan mudah bisa memadamkan api semangat hidup seseorang. Nah, jika anda tidak mau menjadi dingin (patah semangat) oleh air, anda harus mampu mendidihkan air tersebut, menyalakan obor kehidupan, dan menerangi alam sekitar tempat anda berada.

Ingatlah, kehidupan ini sesungguhnya singkat. Kita harus mampu menggunakan waktu yang singkat ini, berbuat sesuatu yang berguna, ikut menyumbangkan setitik api penerangan bagi makluk hidup lain di muka bumi ini.

Jakarta, 9 January 2010


Xiangyi



Categories: Cerita Kebijaksanaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: