Perseteruan Kayu dan Logam

Ingat, api dan air bersifat energi, sedangkan kayu dan logam bersifat materi. Karena bersifat energi, apabila hadir sendiri-sendiri, ia berada dalam bentuk diam, kita sebut sebagai energi potensial. Ke dua bentuk energi itu mesti saling bertemu, baru bisa berubah menjadi aktif dan menghasilkan manfaatnya. Sebagai contohnya adalah energi listrik, kutup positif adalah api dan kutup negatif adalah air, bila keduanya terhubung langsung akan terbakar, tetapi jika terhubung dengan beban misalnya lampu, akan bisa menyalakan lampu tersebut. Dari situ kita bisa mengetahui, kenapa halilintar biasanya terjadi pada waktu hujan, Karena air hujan telah menjadi pengantar untuk mempertemukan ke dua bentuk energi tersebut yang tersimpan pada uap beku (awan) di langit dengan yang berada pada tanah di permukaan bumi. Sedangkan tanah berfungsi sebagai penetral.

Karena bersifat materi, kayu dan logam berada dalam keadaan padat. Bentrokan antara ke duanya akan langsung menimbulkan bekas. Pada dasarnya kayu selalu kalah dari logam, tetapi kayu yang sangat keras juga bisa merusak (menumpulkan) alat pemotong yang terbuat dari logam. Sama halnya dengan monyet dan pisang, kucing dan tikus, logam memusuhi kayu adalah hukum rimba, sesuatu yang alami dan pasti terjadi.

Bila bumi dibelah dua secara horizontal, akan timbul belahan dunia barat dan dunia timur. Negara besar di timur adalah Tiongkok, sedangkan Negara besar di bagian barat sudah pasti diwakili oleh Amerika. Sepanjang sejarah kejayaan Tiongkok, tidak pernah menjajah Negara kecil manapun. Kebijakan ‘dunia satu keluarga’ dengan semboyang tumbuh bersama atau Yi lu yi dai (一路一帶) yang dilaksanakan Tiongkok saat ini adalah contoh yang paling jelas. Sedangkan Amerika yang mengganggap dirinya polisi dunia, selalu memaksakan hukum yang berlaku di negaranya ke negara lain, akibatnya sanksi terjadi di mana-mana, bahkan mengerahkan militernya untuk menaklukannya (misalnya Irak).

Dapat dilihat sepanjang sejarah dunia, sejak Marco Polo menemukan benua Asia, kemudian timbul tanah jajahan dimana-mana, termasuk Negara kita yang dijajah Belanda selama 350 tahun lamanya. Padahal jauh sebelumnya, Tiongkok dengan jenderal Zhenghe (鄭和) telah berkunjung ke tanah air kita. Bukan saja tidak menjajah, bahkan membawakan budaya yang lebih maju kepada kita, salah satunya adalah pertanian dan agama Islam.

Tidak sulit bagi kita untuk membuktikan politik ‘tumbuh bersama’ tiongkok kuno di Negara kita dengan banyaknya kata serapan sehari-hari yang berubah menjadi bahasa Indonesia. Hal itu bisa dibuktikan dengan kata-kata seperti tahu, toge, taocai, tongcai, kucai, capcai, taoco, bakmi, babao, bamoi dan lainnya. Juga pangkeng, tiongcit, jamban, loteng dalam dunia arsitek dan masih banyak lagi yang lainnya dari berbagai segmen kehidupan. Itu terjadi karena sifat dari kayu yang welas asih (仁) dan cinta damai.

Sebaliknya sifat logam yang keras dan revolusioner (革), sangat suka mencampur urusan orang lain (義), logikanya yang kuat, ego dan keras kepalanya melahirkan teori-teori tentang kebebasan dan hak asasi yang terlihat begitu ideal, tetapi sulit diterapkan dengan baik. Akibatnya timbul double standard yang selalu menuntut orang lain untuk memenuhinya dengan baik, sedangkan untuk kepentingan diri sendiri aturan seperti itu boleh dilonggarkan dan tidak perlu melaksanakannya secara penuh. Hal seperti itu kini sudah bukan rahasia umum lagi.

Logam yang terlalu kuat selalu ingin mencari musuh untuk pelepasannya. Ketika Tiongkok telah berhasil diporak porandakan, mulai dari perang candu, serangan gabungan delapan Negara, pembakaran hebat istana musim panas (頤和園), serangan Jepang ditambah dengan perang saudara, akhirnya hanya bisa menyatukan petani dan rakyat kecil untuk mengunci Negara (menutup diri) selama puluhan tahun. Maka target Amerika pun bergeser kepada Uni Soviet.

Uni Soviet berada di utara, termasuk elemen air. Terhadap kayu, kerja logam adalah langsung menyerang (剋), sedangkan terhadap air, kerja logam adalah membuatnya terlena (生). Amerika terus-menerus memberikan paham kebebasan dan hak asasi kepada rakyat soviet, selalu siap memberikan yang terbaik untuk pemerintahannya sambil menjalankan perang dingin dan menusuk dari kiri-kanan. Berpuluh tahun berlalu, akhirnya timbul seorang pemimpin yang termakan taktik Amerika. Pimpinan itu adalah Mikhail Gorbachev yang membubarkan Uni Soviet dan apa yang dijanjikan Amerika tidak kunjung terpenuhi. Hasilnya seperti yang bisa kita lihat sekarang ini.

Keruntuhan Soviet telah membuat lengah Amerika yang tidak memperhatikan Tiongkok yang sedang berupaya tumbuh sejak keterbukaan ekonomi yang digaris oleh Deng Xiaoping sejak 1979. Ketika sadar akan kecolongannya beberapa tahun lalu, Amerika langsung menyusun langkah untuk mengadakan serangan. Begitu Trump naik tahta, serangan langsung dibangun begitu massif, mulai dari perdagangan, teknologi, hongkong yang dikacaukan dan lainnya. Itulah sifat asli dari logam.

Masa kecil di jaman kita memang menyedihkan, saat kita berantam karena membela diri ketika diganggu orang lain, pulang ke rumah kita masih dimarahi orang tua, karena berantam adalah suatu kesalahan. Itulah kebajikan Tiongkok kuno yang disebut ‘bulat di luar persegi di dalam’. Artinya kita harus disiplin dan keras pada diri sendiri dan menjadi pemaaf bagi orang lain. Pernah mendengar orang asing yang menertawakan bangsa Tiongkok, bahwa orang chinese beraninya hanya terhadap sesamanya, tidak berani melawan orang asing. Itu karena mereka tidak memahami filosofi Tiongkok.

Lalu bagaimana cara kayu menghadapi serangan logam? Logam memotong kayu itu sudah hukum alam, karena itu jika perang terbuka, kayu tetap berada di pihak yang dirugikan. Namun begitu, bukan berarti sama sekali tidak ada caranya. Kehidupan manusia yang bersifat Yang sangat beketergantungan dengan api. Jadi apabila kayu yang sudah demikian kuat, tanpa konfrontasi senjatapun, logam akan sakit dan mati dengan sendirinya. Hukum itu disebut ‘logam musnah oleh logam’ atau ‘Jin Jue Yu Mu’ (金絕於木). Itulah kelakuan hukum kerja elemen di dalam kehidupan nyata.

Jakarta, 30 Maret 2020

( Xiangyi )



Categories: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: