TUKUL ARWANA

Pernah mendengar beberapa orang berkomentar tentang tukul : “Aku heran, ini orang ganteng kagak, kok bisa begitu terkenal ?!!” Iyah, itulah Tukul, dengan wajah yang khas, kepala rata, mata besar, lengkap dengan dua kumis tipis panjang mirip ikan arwana, karena itu disebut Tukul Arwana.

Tukul dilahirkan dengan nama Rianyanto, nama tukul melekat karena saat kecil sering sakit-sakitan, karena itu ditambahkan kata Tukul di depan, menjadi Tukul Riyanto dan kemudian kita kenal dengan nama Tukul Arwana pada saat ini. Ia lahir pada tanggal 16 Oktober 1963 di Perbalan, Purwosari, Semarang. Sejak kecil memiliki bakat melawak. Tetapi perjalanan menuju sukses baginya tidaklah mudah. Asam garam dan pahit getir telah dirasakannya sebelum meraih posisi hari ini. Mari kita melihat Hasta Aksara Tukul untuk memahami perjalanan hidupnya.


Elemen diri Tukul adalah Air besar Ren. Air ini menduduki cabang bumi Naga yang dikenal sebagai Gudang air, pilar bulan juga sama persis, dapat dikekahui elemen air yang mewakili Tukul memiliki potensi luar biasa kuatnya. Secara kebetulan pemberian nama tambahan Arwana (ikan) pada diri Tukul sangat sesuai dengan keadaan tanggal lahirnya yang airnya sangat banyak, jadi ikan bisa berkembang biak dengan baik.

Elemen air yang kuat harus diarahkan, baru kemudian bisa dimanfaatkan dengan baik. Melihat dari preiode perjalanan hidupnya, ia baru bertemu dengan Tanah besar Wu setelah tahun 1995. Dengan kata lain, setelah 1995, dirinya baru memasuki kehidupan yang menetap. Sebelumnya mengalir tidak menentu seperti air yang tak terbendung. Kenyataannya bahkan sejak 5 tahun, dirinya yang sering sakit diasuh tetangganya yang bernama Suwandi. Orang tuanya sudah mulai dililit kesulitan ekonomi ketika Tukul SMP, selesai SMA dengan susah payah (biaya sendiri), ia mulai terjun kemasyarakat dan memulai dari tingkat yang paling dasar. Ia pernah menjadi sopir angkutan, sopir truk dan lainnya berganti-ganti pekerjaan untuk melewati hidup yang keras, sebelum akhirnya pindah ke Jakarta pada 1992.

Begitu periode hidup memasuki tanah keras, bahan untuk membuat bendungan telah tersedia. Tahun pertama dalam priode tersebut, yaitu 1995 dengan kode pilar Babi air Yihai. Babi berkolerasi dengan sektor istri Naga, tahun tersebut membentuk keluarga bersama Susiana yang berdarah Padang. Ia dikaruniai 2 orang anak perempuan dan laki laki. Perempuan bernama Novita Eka Afriana dan yang kecil bernama Wahyu Jovan Utama.

Walau demikian, kehidupan Tukul dalam periode ini belum baik betul, bahkan pada 1995 – 2000, ia menjadi penyiar radio Suara Kejayaan dengan gaji pertama yang sangat minim, hanya Rp. 75.000,- saja. Kehidupannya baru berubah jauh setelah masuk ke priode hidup Babi api Dinghai (2005 – 2014). Setahun setelah masuk periode ini, terdapat sebuah tahun dengan tanah dan api sangat kuat, yaitu tahun 2006 dengan kode pilar Anjing Api Bingxu. Tahun tersebut, ia dipercaya membawa acara di TV 7, yang kini telah berganti nama menjadi Trans 7. Acara dengan judul Empat Mata itu telah merubah kehidupannya 180 derajat, dan kini telah menjadi Ikon dirinya.

Nama Empat Mata menyimpan makna tertentu. Empat mata adalah empat buah titik, dengan empat buah titik dapat membentuk sebuah system segi empat yang paling kokoh. Nah, segi empat berelemen tanah, sedangkan mata memiliki elemen api, dengan demikian api menghidupkan tanah sehingga terbentuk tanggul yang sangat kokoh.

 



Categories: Ba Zi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: