KH Zainuddin MZ

 

Siapa tidak kenal dengan nama besar KH Zainuddin MZ? Kyai yang telah sangat terkenal pada era 70-an, sampai-sampai ada partai politik yang merangkulnya agar perolehan suara menjadi lebih maksimal. Setelah cukup lama agak redup oleh hirup-pikuknya reformasi, Oktober 2010 namanya mendadak mencuat karena pernyataan Aida Saskia yang memojokkannya. Terlepas dari benar tidaknya tindakkan itu, KH Zainudin memiliki prestasi besar yang sangat menarik perhatian jutaan orang, karena itu tanggal lahirnya memang pantas kita pelajari.

Pemuka agama Islam ini adalah seorang Betawi, Ia lahir di Jakarta pada 2 Maret 1951. Memiliki julukan “Dai Sejuta Umat” dan sangat popular melalu ceramah-ceramahnya, baik di mesjid-mesjid, forum umum maupun di televisi. Dahwahnya begitu hebat dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Hasta Aksara (versi Selatan) nya seperti dibawah ini :

Zainuddin Shio Kelinci dengan elemen diri Logam kecil Xin. Di dalam tanggal lahirnya terdapat cabang bumi Anjing, baik Anjing maupun Kambing dalam Hasta Aksara dapat diartikan sebagai tempat amal puja atau dalam hal ini adalah mesjid. Tanah besar Wu adalah sebuah panggung, dalam hal ini adalah meja konferensi yang biasanya digunakan orang saat berceramah. Api adalah para pengikut atau pemeluk agama, Xu adalah gudang api, jadi ia memiliki pengikut yang sangat banyak. Tanah menghidupkan elemen diri, jadi tanah adalah bintang ibu atau Yin yang mewakili hal-hal yang terhormat, kekuasaan, kedudukan dan lainnya, dalam hal ini bisa diartikan dengan agama. Dari gambaran beberapa huruf dalam tanggal lahirnya di atas, dengan mudah kita bisa mengetahui kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh Zainuddin adalah seorang penceramah, yang memilki pengikut sangat banyak.

Dari komposisi dan interaksi elemen pada delapan huruf Hasta Aksaranya dapat diketahui, Zainuddin menyukai elemen api. Elemen tersebut muncul cukup cepat dalam hidupnya. Cabang bumi Kambing mengandung api. Kambing mewakili usia 14 – 18, dengan kata lain bakat berceramahnya sudah berkembang baik pada usia tersebut, terutama setelah 1966. Periode Kuda tanah (1969 – 1978), 10 tahun ini berelemen api, kelebihannya tersebut telah terakselerasikan sangat baik dan sempurna. Bahkan pada pemilu 1977, ia sempat bertindak sebagai penarik massa untuk sebuah partai politik. Periode berikutnya Ular api (1979 – 1988) masih berada dalam elemen api, ia semakin terkenal dan akrab dengan masyarakat Indonesia di segala lapisan. Periode selanjutnya Naga api (1989 – 1998), 5 tahun pertama berada dalam peta hidup api, popularitasnya masih sangat baik, tetapi 5 tahun kedua berada pada elemen tanah, walau masih eksis, popularitasnya mulai terbagi oleh munculnya penceramah ulung lainnya. 1999 – 2008 berada dalam periode Kelinci kayu, karena bukan berelemen api, kurun waktu itu biasa saja. Kini periode hidup berada dalam Macan kayu (2009 – 2018), kayu adalah sumber api, 5 tahun pertama masih belum kembali normal, tetapi 5 tahun kedua akan eksis kembali oleh kehadiran api dalam periodenya. Setelah itu, peta hidupnya kembali tenang.



Categories: Ba Zi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: