Ikat pinggang Giok

Saat jembatan Asemka di bangun, sebuah bangunan gedung di muara jalan pintu kecil, tempatnya dinilai sangat strategis, karena terletak di sudut jalan Asemka dan pintu kecil, sebelah kiri terdapat pertigaan jalan Toko tiga, Pancoran kota dan Pintu kecil. Bangunan dibangun dengan konsep memakai ikat pinggang Giok dengan jembatan layang menempel pada sisi depan (pinggang) gedung. Jembatan layang tersebut dimanfaatkan untuk naik turunnya kendaraan ke lantai pakir yang berada di atas. Suatu konsep pemikiran yang sangat baik. Namun entah kenapa penataan fengshuinya tidak mempertimbangkan peraturan Shou Shan Chu Sha (收山出煞), peraturan fengshui yang mengatur tampak depan dan lingkungan sekitar bangunan. Arah bangunan tersebut tidak membenarkan hal menonjol di depannya, keberadaan jembatang layang tersebut jelas dengan tegas menonjolkan bangunannya, karena itu tidak baik, dengan sendirinya rencana tersebut menjadi gagal total. Selang berapa tahun, jembatan layang tersebut telah dibongkar, akan tetapi masa bagus gedung tersebut telah kehilangan momen, hingga kini hasilnya masih belum baik.

Seorang teman mendirikan bangunan gedung kantor di suatu kawasan wilayah Jakarta barat. Jalan raya depan kantor tersebut dilewati sebuah jembatan layang. Banyak rekannya berpendapat, itu berdampak buruk untuk usahanya dan mengomentarinya macam-macam. Ia lalu meminta pendapat saya. Ketika saya berkunjung, saya mendapatkan banyaknya pohon-pohon lindung dihalaman depan kantor, rimbumnya dedaunan agak menutupi badan jembatan, praktis efek energi buruk dari kendaraan yang melintas cepat di atas jembatan sudah tersaring dedaunan, dan tidak begitu berpengaruh terhadap gedung tersebut. Itulah jawaban dari saya. Kenyataannya, selama bertahun-tahun disana, usahanya bertambah maju, kini bahkan telah merambah ke bisnis pompa bensin.

Jika jembatan atau jalan layang yang memotong berjarak cukup jauh dari bangunan, efeknya tidak seberapa dan hanya berpengaruh pada bangunan dengan arah tertentu, juga hanya pada lantai tertentu. Jadi tidak perlu dirisaukan. Lihatlah, bangunan tinggi yang berdiri sepanjang ke dua sisi jalan tol layang Priuk-Cawang cukup banyak, bukankah mereka baik-baik saja ? Memang, dalam kehidupan manusia yang penuh dengan masalah, tentu saja di antara mereka ada yang sedang menghadapi masalah. Tetapi kita tidak bisa hanya menyalahkannya dari sisi fengshuinya saja bukan ?

Jakarta, 15 Desember 2009


Xiangyi



Categories: Fengshui

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: