Analisa Fengshui Situ Gintung

Ketika Xiangyi berada di udara Makasar, di Jakarta terjadi peristiwa mengenaskan Jumat subuh. Peristiwa jebolnya Situ Gintung, Ciputat. Dilihat dari celud palung tanah dibawahnya. Dengan jelas dapat kita lihat, Situ Gintung mengarah ke Timur Laut sektor 1, yaitu arah Chou, atau Kerbau. Secara Naluri, kita langsung menghubungkan tahun 2009 ini yang tahun Kerbau ini dengan arahnya yang kebetulan juga Kerbau. Kerbau ketemu kerbau, ada yang mengatakan itu Ciong. Sesungguhnya tidak setiap Ciong menimbulkan masalah.

Situ Gintung adalah danau kecil buatan yang terletak Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Propinsi Banten. Lokasi danau ini berada di sebelah barat daya kota Jakarta. Danau seluas 21,4 ha (2008) ini telah berubah fungsi, dimanfaatkan sebagai tempat wisata taman. (Gambar diambil dari halaman depan kompas tanggal 28 Maret 2009)

Awal pembentukan situ (danau) ini adalah sebagai waduk yang berfungsi sebagai tempat penampungan air hujan dan untuk perairan ladang pertanian di sekitarnya, dibuat antara tahun 1932-1933 dengan luas awal 31 ha. Kapasitas penyimpanannya mencapai 2,1 juta meter kubik. Situ ini adalah bagian dari Daerah Aliran Ci Sadane merupakan salah satu sungai utama Propinsi Banten dan Jawa Barat sumber berasal dari Gunung Salak dan Gunung Pangrango di (Kabupaten Bogor, sebelah selatan Kabupaten Tangerang) yang mengalir ke Laut Jawa. Panjang sungai ini sekitar 80 km dan bendungan aliran Kali Pesanggrahan. Di tengah-tengah situ terdapat sebuah pulau kecil yang menyambung sampai ke tepi daratan seluas kurang lebih 1,5 ha yang bernama Pulau Situ Gintung beserta hutan tanaman yang berada sekitarnya. Semenjak tahun 1970-an kawasan pulau dan salah satu tepi Situ Gintung dimanfaatkan sebagai tempat wisata alam dan perairan.

Timbulnya suatu masalah tentu ada penyebabnya. Apalagi jebolnya sebuah tanggul situ yang demikian kokohnya. Menurut peneliti Pusat Bencana ITS Surabaya Amien Widodo, tanggul situ sejak dua tahun lalu sudah mulai rusak. Desember 2008 saat Sutopo Purwo Nugroho melakukan survey di Situ Gintung, sudah ada banyak longsoran kecil dan rembesan di sepanjang tanggul. Namun pernilaian dan respon yang lambat dari Departemen Pekerjaan Umum berbeda. Perbaikan dilakukan di bagian hulu terlebih dahulu. Hujan bersar selama dua hari membuat debit air tidak tertampung dan menjebol dinding tanggul, hingga terjadi petaka tersebut.

Dari sudut fengshui, peristiwa Situ Gintung disebabkan oleh posisinya yang berada di sebelah barat daya kota Jakarta raya. Jadi karena posisinya, bukan karena arahnya. Walaupun wilayah tersebut masuk ke dalam kota tangerang, tetapi Ciputat adalah daerah perbatasan wilayah Jakarta-Tangerang. Karena itu adanya air besar di sebelah itu masih memperngaruhi peta wilayah Jakarta.


Peta Jakarta


Cakram Bintang Jakarta

Kita dapat melihat dari cakram bintang di atas, wilayah Situ Gintung berada di sektor Barat daya. Kombinasi bintang di sana adalah 6 dan 1. 6 berelemen logam, sedangkan 1 berelemen air. Gabungan dari keduanya menghasilkan kombinasi air yang sangat besar.

Bintang tahunan yang masuk ke sektor tengah pada tahun Kerbau 2009 ini adalah 9, maka angka 1 jatuh ke Barat Laut, angka 2 masuk ke Barat, angka 3 berada di Timur Laut, angka 4 tiba di Selatan, angka 5 berada di Utara, angka 6 samapai di Barat Daya, angka 7 berada di Timur dan terakhir angka 8 berada di Tenggara. Angka 5 adalah angka pembawa malapetaka. Tahun ini angka 5 tiba di hadap, yang berarti bencana telah tiba di depan pintu. Bencana apa yang dimaksud ? Kemungkinan ada di Tenggara, Barat dan Barat Daya. Di Barat terdapat kombinasi 5 dan 2 dan angka sakit 2 tiba di tempat tersebut, perhatikan penyakit mewabah di wilayah Barat. Kombinasi angka 2 dan 5 berada di Tenggara, bintang tahunan angka 8 tiba di tempat tersebut, waspada suatu musibah yang terjadi tiba-tiba. Angka tahunan 8 adalah angka kejayaan. Peristiwa tersebut terjadi di tengah-tengah suka cita dan kegembiraan. Kombinasi air besar 6 dan 1 terjadi di Barat Daya, secara kebetulan di sana terdapat sebuah situ gintung dengan volume air yang banyak. Bintang tahun 6 tiba disana. Tanggal 28 Maret 2009 masih berada pada imlek bulan ke 2 (pergantian bulan tanggal 4 April 2009). Bintang bulan 1 tiba di Barat Daya. Antara bintang tahun dan bintang bulan membentuk kombinasi 6 dan 1, kombinasi yang persis dengan cakram dasar. Debit air terlalu besar, melebihi kemampuan dinding tanggul menahannya. Maka terjadilah tanggul jebol. Kejadiannya persis seperti yang diinformasikan fengshui, dimana hujan besar yang turun selama beberapa waktu menyebabkan debit air melebihi kekuatan pertenanan tanggul dan jebol. Perhatikan, jebolnya persis di posisi utara tanggul. Posisi bintang bencana angka 5 berada. Itulah kekuatan fengshui.

Jakarta, 06 April 2009


Xiangyi



Categories: Fengshui

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: