24 Gunung Utama

24 Gunung adalah lapisan utama di dalam sebuah Luopan. Gunanya untuk mengetahui arah. Luopan sebelum digunakan untuk fengshui, terlebih dahulu digunakan sebagai kompas bagi para pelaut. 24 Gunung bagi pelaut adalah pengantu 24 arah. Itulah perbedaan kompas Barat dengan kompas Timur. Kompas Barat mengunakan 360 derajat* sebagai penentu arah, sedangkan Luopan sebagai kompas Timur, pada awalnya menerapkan 24 gunung sebagai penentu arah. Kemudian baru memasukan 360 o, yang ternyata dapat terbagi habis dengan setiap gunung menempati wilayah 15o.

Luopan kemudian diterapkan ke dalam fengshui, gunanya juga untuk mengetahui arah duduk dan hadap suatu sistem lingkungan atau bangunan. Yang dimaksud dengan duduk adalah belakang sebuah sistem lingkungan atau bangunan, sedangkan yang dimaksud hadap adalah depannya. Perlu diketahui, bahwa duduk selalu berselisih 180o dengan hadap. Pengertian ini sangat penting, jangan sampai tidak mengetahuinya. Pernah seorang ahli fengshui yang diundang khusus dari Taiwan, setelah mengukur sebuah bangunan di sebuah pemukiman mewah, dengan pedenya ia menyetakan pendapatnya : “Bangunan ini duduk Barat menghadap Selatan.“ Ini kesalahan teramat fatal bagi seorang ahli fengshui yang sama sekali tidak boleh terjadi.

24 Gunung adalah bagian paling mendasar dalam Luopan, karena itu tidak peduli Luopan asal dari aliran manapun, lapis ini mutlak harus ada. Jika tidak, itu bukalah Luopan, tetapi hanya sebuah kompas yang mungkin didesig untuk keperluan lain, tentu saja bukan untuk fengshui.

Dalam fengshui, 24 Gunung juga disebut 24 Arah. Pemberian nama 24 Arah itu diambil dari pengabungan 8 batang langit (10 batang langit minus tanah besar Wu dan tanah kecil Ji), 12 cabang bumi dan 4 buah Gua dasar. Setiap tiga arah, membentuk satu kelompok mata angin. Masing-masing kelompok mata angin tersunsun seperti dibawah ini :

Jia (甲), 75o, disebut juga Timur sektor satu, disingkat T1
Mao (卯), 90o, disebut juga Timur Sektor dua, disingkat T2
Yi (乙), 105o, disebut juga Timur Sektor tiga, disingkat T3

Chen (辰), 120o, disebut juga Tenggara sektor satu, disingkat Te1
Xun (巽), 135o, disebut juga Tenggara sektor dua, disingkat Te2
Si (巳), 150o, disebut juga Tenggara sektor tiga, disebut Te3

Bing (丙), 165o, disebut juga Selatan sektor satu, diseingkat S1
Wu (午), 180o, disebut juga Selatan sektor dua, diseingkat S2
Ding (丁), 195o, disebut juga Selatan sektor tiga, disingkat S3

Wei (未), 210o, disebut juga Barat Daya sektor satu, disingkat Bd1
Kun (坤), 225o, disebut juga Barat Daya sektor dua, disingkat Bd2
Shen (申), 240o, disebut juga Barat Daya sektor tiga, disingkat Bd3

Geng (庚), 255o, disebut juga Barat sektor satu, disingkat B1
You (酉), 270o, disebut juga Barat sektor dua, disingkat B2
Xin (辛), 285o, disebur juga Barat sektor tiga, disingkat B3

Xu (戌), 300o, disebut juga Barat Laut sektor satu, disingkat Bl1
Qian (乾), 315o, disebut juga Barat Laut sektor dua, disingkat Bl2
Hai (亥), 330o, disingkat juga Barat Laut sektor tiga, disingkat Bl3

Ren (壬), 345o, disebut juga Utara sektor satu, disingkat U1
Zi (子), 0o, disebut juga Utara sektor dua, disingkat U2
Gui (癸), 15o, disebut juga Utara sektor tiga, disingkat U3

Chou (丑), 30o, disebut juga Timur Laut sektor satu, disingkat Tl1
Gen (艮), 45o, disebut juga Timur Laut sektor dua, disingkat Tl2
Yin (寅), 60o, disebut juga Timur Laur sektor tiga, disingkat Tl3

Itulah 24 arah, terbagi 8 kelompok yang mewakili 8 mata angin. Tentu juga mewakili 8 buah Trigram, dimana, kelompok Timur adalah bagian dari trigram Zhen (震) ; Kelompok Tenggara adalah bagian dari trigram Xun (巽) ; Kelompok Selatan adalah bagian dari trigram Li (離) ; Kelompok Barat Daya adalah bagian dari trigram Kun (坤) ; Kelompok Barat adalah bagian dari trigram Dui (兌) ; Kelompok Barat Laut adalah bagian dari trigram Qian (乾) ; Kelompok Utara adalah bagian dari trigram Kan (坎) dan Kelompok Timur Laut adalah bagian dari trigram Gen (艮).

* Pada tahun 1792 BC, Ammurapi, seorang raja Babylonoa melakukan penelitian astronomi dan menentukan satu lingkar langit adalah 360o. Konon menurut pengamatan mereka, jika 360 matahari (yang terlihat mata manusia) dijajarkan satu demi satu, akan membentuk satu lingkaran dengan panjang garis lingkar 360o.

Jakarta, 11 Maret 2010


Xiangyi



Categories: Fengshui

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: